agar tak menyesal

Siang tadi, iseng saya menyentuh file file lama agar data yang tersimpan sedikit lebih rapi, sekadar refreshing sambil mengenang masa lalu. Secara tidak sengaja saya menonton highlights pertandingan terkahir legenda hidup Juventus -klub favoritku-, Alessandro Del Piero di Juventus Stadium.

Ada sedikit rasa haru, betapa tidak,.. sila tanyakan pada kawan kawan juventini, hampir dipastikan semuanya merasa kehilangan kapten yang sudah mencetak tak kurang dari 289 gol untuk The old Lady (Juventus) itu. Tidak hanya kawan,. Lawan pun menghormatinya,. Oldtrafford dan Santiago barnebeu menjadi saksi bisu ketika para supporter tim lawan melakukan standing ovation untuk Il Pinturicchio (Ale Del Piero).

 

Sudah lebih dari setahun yang lalu memang kisah perpisahan ini,.. -kisah yang bisa dibilang cukup tragis-. Hanya saja, saya sedikit tergugah mengingat kembali hal yang bisa dijadikan pelajaran dari sang kapten,.. tentang cinta yang sejatinya adalah memberi dan loyalitas.

Jangan tanyakan apa yang sudah Ale berikan untuk Juventus dan juventini,.. 19 tahun membela Juventus adalah bukti shahih, dan hanya pemain yang memiliki loyalitas tingkat dewa yang mampu melakukanya. Sangat sedikit pemain sepakbola profesional yang memiliki loyalitas layaknya il Pinturicchio, mengingat tawaran yang semakin mengila di era sepakbola modern seperti sekarang ini,..

 

 

Musim itu (2011/12),.. manajemen Juventus memutuskan untuk tidak lagi memperpanjang kontrak Ale, sedang top skor Serie-a musim 2007/08 itu sendiri belum memutuskan untuk gantung sepatu. Manajemen Juventus bukan tidak mengapresiasi loyalitas sang kapten, justru memberikan tawaran kepada Ale untuk bergabung dengan jajaran manajeman Juventus. Hanya saja Ale lebih menyukai bermain di lapangan hijau dibanding menonton pertandingan dari tribun. Sang kapten masih ingin terus bermain, kendati umurnya sudah tidak muda lagi, Ale masih ingin terus berlari hingga ia benar benar tak sanggup lagi.

Entahlah,. Saya juga agak menyesali keputusan manajemen yang tidak memperpanjang kontrak Ale. Masih terngiang percakapan sang kapten dengan legenda Juventus lain yang juga memiliki loyalitas hampir setara dengan sang kapten ,.. Gigi Buffon. Kala itu sidang terkait kasus calciopoli yang dialami Juventus dan beberapa tim Serie-a lainnya telah memutuskan bahwa Juventus harus bermain di Serie- b musim depan. Sunguh keputusan yang sarat kontroversial.

 

Dari Gigi Buffon :
“ketika 2006 kami diturunkan ke Serie-b,
semua staff dan pemain berkumpul, saya masih ingat ketika di ruang ganti Del Piero berkata, “silahkan membuat keputusan, namun aku akan tetap berada disini, meski harus bermain tanpa gaji sekalipun, Juventus membawaku saat muda dan kini saatnya aku akan membawa Juventus kembali. Kalian semua tetap temanku, dan aku menyanyangi kalian, juga aku menghormati semua staff yang ada disini sampai kapanpun karena pernah membela kostum kebesaran ini, kostum hitam putih.” lalu semuanya menjabat tangan Del Piero bahkan Capello memeluknya sangat erat, kemudian Aku (Buffon) berkata : Aku akan mengikuti Il Capitano, aku akan tetap bertahan disini, di Juventus”

 

Bukan hal mudah bagi seorang mega bintang untuk tidak bermain di kasta tertinggi di sepak bola Italia, apalagi saat itu Ale dan rekan tim lainnya baru saja menjuarai Piala Dunia. Adakah pemain sepak bola yang bersedia main di level kedua sesaat setelah berhasil menjuarai Piala Dunia?. Atau, coba tanyakan pada Andik Vermansyah, berkenankah ia tetap bermain di Persebaya jika ternyata musim depan Persebaya tidak lagi bermain di divisi Utama (entah itu ISL maupun LPI, dan jika jawabnya ya,. #respect).

Dua gelar Scudetto Juventus dicopot dan harus bermain di Serie-b, tidak mengubah keyakinan Ale untuk bertahan di Juventus. Sementara banyak pemain Juventus lainnya yang memilih untuk hengkang bahkan menuju ke klub rival. Vieira, Cannavaro, Zambrotta, dan Ibrahimovic adalah beberapa pemain Juventus yang memilih hengkang. Tawaran yang datang ke Ale dari berbagai klub pun tidak sedikit, namun Ale memilih untuk tetap bertahan, pun dengan gaji yang akan dikurangi. “a true gentle man, never leaves his Lady”,  katanya.

 

true loves new

 

Yup,.. itu cinta kawan,. Dan itu loyalitas. Ale memberikan segalanya bagi Juventus,. Lantas ketika menonton kembali video pertandingan terkahir Ale di J-Stadium,.. saya melihat 1 hal yang cukup menarik.

Ketika pertandingan memasuki menit ke 57, akhirnya saat itu tiba. Ale dipanggil keluar lapangan dan digantikan oleh Pepe. Gol yang dicetak Ale pada pertandingan melawan Atalanta itu tampakny benar benar menjadi gol terkahir Ale untuk Juventus. Pertandingan sempat terhenti, semua pemain memeluk dan menjabat tangan Ale, termasuk wasit dan pemain tim lawan. Benar benar momen yang sangat mengharukan mengingat pada dasarnya Ale masih ingin tetap bermain dengan mengenakan kostum Juventus. Bahkan saat Ale sudah duduk di bench, semua penonton yang hadir di J-Stadium sudah tidak memerhatikan bola yang sedang dimainkan di lapangan. Standing Ovation,.. Ale, Ale , Ale, dan lagu kebanggan tak henti hentinya disuarakan oleh fans.

Disitu tampak jelas, meski tersirat kesedihan yang amat mendalam karena harus meninggalkan klub yang sudah 19 tahun dibelanya, tidak ada rasa sesal sedikit pun yang dirasakan oleh Ale. Ya, tidak ada rasa sesal sedikit pun.

 

Kenapa? Apa apakah karena ia tidak begitu mencintai Juventus lagi?.

 

Justru itu karena cinta kawan,… tidak ada rasa sesal bagi Ale meninggalkan vinovo karena ia sudah memberikan segalanya untuk Juventus. Segalanya,.. fisik, skill, jiwa, dan uang, apalagi? Bahkan ketika mengetahui manajemen tidak memperpanjang kontraknya,. Liverpool segera melakukan pendekatan untuk mendapatkan tanda tangan Ale,. Sayangnya sekali lagi Ale menolak.  Liverpool yang punya tradisi juara pun ia tolak hanya karena ia tidak rela jika nanti suatu saat liverpool harus bertemu mantan klubnya, dan ia juga menghormati korban tragedi Heysel 1985 ketika Juventus bertemu Liverpool di final Liga Champions. Karena alasan sesederhana itu Ale lebih memilih Sydney Fc (Australia) sebagai klubnya yang baru. Ia tidak ingin bermain di Eropa.

 

 

Saya pikir,.. begitu pun sebaiknya dalam kehidupan kita. Berikan segalanya kepada orang yang kita cintai, agar apapun yang terjadi nanti,. tidak ada penyesalan di hati kita. Terhadap orang tua misalnya, -saya berbicara pada diri saya sendiri-. Bagaimanapun orang tua adalah titipan tuhan sebagaimana kita yang dititipkan pada keduanya,. Dan akan kembali pada tuhan, dan sebagai anak mestilah berbakti kepada keduanya. Percayalah,.. banyak yang amat sangat menyesal ketika orang tua nya pergi atau (maaf) meninggal dunia, justru karena tidak pernah berbuat baik kepada keduanya. Saya tidak menafikan rasa sedih. Sudah tentu siapapun yag kehilangan orang tua pasti akan merasa sedih,.. hanya saja ini tentang rasa sesal.

Juga terhadap semua orang yang kita sayangi dan yang berada disekitar kita,. Kakak, adik, istri, anak, teman, dan tetangga,.. betapapun apa yang telah mereka perbuat terhadap kita –ketika disakiti sekalipun-, tetap berikan yang terbaik. Dan tampaknya hal ini berlaku untuk semua hal di setiap segi dalam kehidupan kita. Lakukan,  berikan yang terbaik, agar tidak menyesal nantinya. Pun begitulah yang harus kita lakukan terhadap diri kita sendiri.   Layaknya Ale terhadap Juventus..

 

Players-go-but-Juventus-remain-Alessandro-Del-Piero-w3v42zxv2gobmrromrse1eqx-

 

Seharusnya bukan hal yang sulit bagi Juventus untuk memperpanjang kontrak Ale,. Toh Ale tidak menuntut gaji tinggi, -bahkan ia rela dikurangi-, Ale hanya ingin terus bermain, itu saja. Seperti Manchaster United yang terus mempertahankan Ryan Giggs pun Paul Scholes hingga mereka memutuskan untuk pensiun sebagai penghormatan kepada keduanya,. Kenapa hal itu tidak dilakukan oleh manajemen Juventus? Ya, mungkin saja manajemen Juventus punya pertimbangan lain,.. memanfaatkan momentum misalnya, (saat itu Juventus berpeluang juara Serie-a dengan rekor tak terkalahkan dan itu dirasa sebagai penutup karir yang manis untuk Alex). Entahlah,. Sesedih apapun yang dirasa Alex,. Satu hal yang pasti,. Tidak ada sesal sedikitpun yang ia rasa.

Saya pernah mendapat nasihat dari seorang kawan, dan bisa jadi mungkin itu lah yang ada di kepala Alex, sebait kalimat ini :

Lakukan Apa Saja Yang Bisa Dilakukan

Berikan Apa Saja Yang Bisa Diberikan

Jangan Merasa Jadi Yang Paling Berjasa

Diluar Sana Banyak Yang Lebih Perkasa

 

 

Dan bisa jadi Justru fans dan manajemen yang menyayangkan apa yang telah terjadi.

Juventus' forward Alessandro Del Piero h

 

 

 

#standing ovation at J Stadium

 

 

#video edited by fans

 

#terjemahan surat dari Ale untuk Juventini

http://signora1897.com/moment-of-the-king-surat-perpisahan-dari-del-piero-kapten-legenda-teladan/

FOR BONUS :

vladstudio_monalisa_1600x1200

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s